Kamis, 29 September 2011

awal menangis, ujungnya manis

berawal dari sebuah kompetisi
yang kembali  mengingatkanku pada tragedi 1 tahun yang lalu. .
ya. .  memang benar awalya semua terasa berat, dan sulit untuk dilakukan .
perjuangan yang begitu panjang dan tak dapat dipungkiri terkadang melelahkan. .
semua seolah dikorbankan, .                              
tapi inilah  kehidupan, proses menuju kedewasaan. .


terkadang pondasiku terasa rapuh, dan tak sanggup menepis semua itu. .
tapi, karena mereka semua mengajarkan ku akan satu hal
yang terkadang membuatku merasa tak sendiri dan ku harus bangkit kembali. . .

harapan akan sebuah impian,
senyuman akan sebuah kegagalan,
dan tangis di tengah kehancuran. .
semua seolah menjadi hal yang biasa
yang terkadang menakutkan. .

karena mereka aku kuat,
karena mereka semua aku menjadi seperti sekarang. . .

sebuah kisah yang mengingatkanku akan sebuah arti kehidupan.  .

kesempatan terakhirku menimba ilmu dengan beliau. .
banyak kenangan indah yang terukir bersama beliau. .
dari mencari data, belajar menulis, sampai latihan presentasi yang baik. .
ya. . lomba terakhirku selama smk. . 
perjuangan yang begitu hebat, dan tak pernah terpikirkan olehku sebelumnya. .
dari boyolali-mojosongo-pengging-boyolali-kartasura-delanggu-boyolali-sawi t-pp
dalam 1 hari.  .
solo-klaten-jogja-pp
hanya modal niat yang kuat dan nekat. .
tak pernah terbayangkan olehku sebelumnya. .
debat dengan simbah2 yang sudah tua,
sampai-sampai dikira sales. .
yah begitulah. .
sampai akhirnya alhamdulillah lolos seleksi awal. .

setelah senyuman itu datang kembali tangis itu datang,
berjuang di tengah ketidakpastian,
dari pagi sampai pagi lagi tanpa istirahat,
walaupun senyum mengembang,
tapi tak dapat dipungkiri hati menangis
melihat apa yang tlah terjadi. .

kegigihan dan semangat beliau kembali mengetukku untuk tetab bertahan
walaupun saat itu dalam keadaan jatuh. .
 dari mulai sandal putus, sampai nyeker,
terkunci di kamar mandi. . .
sesuatu yang tak kan pernah bisa ku lupa. .

satu kalimat yang ku ingat dari beliau dari dulu sampai sekrang. .
“masi ada waktu nak untuk berusaha”
kata-kata itu yang selalu menjadi motivasi ku. .

sampai akhirnya tibalah mengantarkan naskah
walaupun memperjuangkan nasib yang tak pasti,
tetab berusaha tersenyum dan hanya bisa berharap
 walaupun belum tahu apa yang kan terjadi nanti. .

sesampinya di sana.  .
ternyata tidak sesuai harapan.  .
sempat putus asa, .
masi teringat kalimat yang beliau ucapkan ketika menuruni tangga
“apapun yang terjadi jangan kecewa ya nak,
kita tinggl berdoa, yang penting kita sudah berusaha”

beliau berkata dengan mata berkaca-kaca,
sembari megelus bahuku dan adik kelasku. .
tak dapat ku menahan air mata saat itu.  .
seketika air mataku jatuh
dan tak sepatah katapun mampu terucap dari mulutku. .

kami pulang dengan perasaan yang tak menentu. .
berjuang di tengah kegalauan. .

sampai hari berikutnya,
kembali masih berjuang di tengah ketidakpastian. .
semua dikerahkan, demi sebuah perjuangan. . .

dan tibalah, saat keberangkatan. .
dalam hati ku masih menangis,
bingung, bimbang, dan hanya bisa terdiam. .

sampai di sana masih bimbang dan gelisah,
bagaimana nasib naskah kami. .
masih kembali menangis. .
ya. .  senyum dalam tangis . .

alhamdulillah banget akhirnya naskah kami diterima. .
dan masuk sebagai peserta .
sesuatu yang luar biasa, dan benar-benar mu’jizat. .
terima kasih YA ALLAH. . :’)

masih kembali berjuang, ,
kembali tak tidur semalam . .
expo.  . ya. . begitulah sebutannya. . .

seleksi tahap 2 yang tanpa persiapan,
alhamdulillah berjalan sesuai harapan,
berdiri, bercerita, dan terkadang hanya bisa terdiam. .
sampai adik kelas  sakit. .
hmbbb. . 
benar-benar sesuatu yang tak pernah diduga. .
tibalah pengumuman 20 besar. .
dengan segala kepasrahan dan ketidakpastian,
mencoba tersenyum.  ..
alhamdulillah . . masuk final.  .
awalnya tidak percaya.  .
buah dari kesabaran yang diajarkan beliau yang berujung manis. . .

kembali semalam tak tidur,
malam itu adalah menjadi malam terakhir ku latihan presentasi bersama beliau. .
dengan sabar dan penuh kasih sayang beliau membimbingku.  .
subhanallah . . terima kasih YA ALLAH.  ..

sampai malam, dan akhirnya istirahat. . .
mey, tika, sekar, udin, huda, joko, dan sebut saja pak dar
mendengarkanku latihan presentasi semalam.  ..
dengan sabar dan penuh harap mereka menemaniku
dan memotivasiku
meskipun mereka semua sudah tampak lelah.  . .

dan akhirnya tibalah saat presentasi. .
perasaan gugup dan gelisah sedikit menghantuiku.  .
ku coba tepis semua itu,
sebelum maju, kembali beliau memotivasiku. ..
hanya satu keinginanku saat itu,
ku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk beliau
di kesempatan terakhirku.  .

kakiku gemetar, sekuat tenaga ku coba lawan semua itu,
tapi tetab saja ku tidak bisa menguasai diriku saat itu. .
akhirnya ku bisa menenangkan diriku. .
kembali menangis setelah presentasi,
merasa masih bimbang dan belum bisa memberikan yang terbaik. .

beliau mengulurkan tangannya,
dengan penuh kelembutan dan kasih sayang
beliau memberi selamat kepadaku,
memegang erat tanganku,
berusaha menenangkanku,
yang saat itu hanya bisa terdiam. .
senyum dan pancaran kasih sayang
yang saat itu ku dapatkan dari beliau.
aku tak kuasa menahan air mata . .
sekali lagi beliau kembali menenangkanku
dan memijat kaki kananku.  .
dengan kuat beliau menggenggam tangan kananku. .
betapa lemahnya aku saat itu. .

sampai akhirnya beliau pulang,
aku sangat bersyukur waktu itu,
masi diberikan kesempatan terakhir untuk presentasi di hadapan beliau,
sebelum akhirnya beliau pulang. .

perasaan masih tak menentu,
waktu itu ku tak berharap banyak,
berusaha tersenyum walaupun sebenarnya daam hati menangis. .

sembari menunggu pengumuman,
bercanda, sharing ma temand2. .
ya. . itula setidaknya membuatku tersenyum
dan membuatku lebih tenang. .

temand, sahabat. .
yang selalu membuatku tenang,
yang selalu membuatku tersenyum,
yang selalu ada untukku,
yang selalu menegurku,
yang selalu menasehatiku,
yang selalu memotivasiku,
segalanya dan tak kan pernah bisa lepas dari kehidupandku. .
bagaikan nyawa dalam hidupku. . .

akhirnya, .
saat pengumuman tiba. .
masih sama, perasaan tak menentu,

subhanallah.  .
juara harapan 3. .
benar2 sesuatu yang sangat luar biasa. .
terima kasih ya allah. .  :’)

untuk kesekian kalinya. .
petuah beliau menjadi kenyataan. .
jangan berorientasi pada hasil,
 yang terpenting kita berusaha,
tuhan pasti akan memberikan upah
sesuai dengan jerih payah kita”
sampai dengan detik ini pun
masi ingat benar ku dengan kata-kata itu. .  

jauh di luar dugaan. .
awal menangis tapi ujungnya manis. . .
subhanallah. .  :’)

semua tak kan pernah bisa terjadi
tanpa kuasa-nya

melalui tulisan inilah
ku ingin menyampaikan terimakasih sebesar2nya
kepada allah swt. .
keluargaku, bu hendriyati, sahabad2ku, bpk/ibu guru. .
dan semuanya yang tak bisa ku sebutkan satu persatu.  .
makasi banyak. .
tanpa mereka semua ku bagaikan debu yang tak berguna. .
terima kasih banyak untuk semuanya. .  :’)


note : dari beliau ku belajar banyak hal tentang hidup ini, tentang kesabaran, kegigihan, semangat dan keikhlasan. .  terima kasih banyak bu. . . sosok yang nyaris sempurna di mataku. .
tak kan pernah bisa ku lupakan semua kenangan dan apa yang njenengan ajarkan. . :’)
DSC01526.JPG
DSC02258.JPG
 

0 komentar:

Posting Komentar