Suatu hari di sebuah sekolah, kelas XII IPA 3 mengadakan acara perpisahan kelas ke Yogyakarta . Hasil UN sudah keluar alahamdulillah mereka semua lulus 100%. Hari itu tanggal 20 Juni, mereka sepakat kumpul untuk mendiskusikan masalah keberangkatan.
Pagi-pagi sekali mereka sudah sampai di sekolahan, deg-degan nunggu hasil UN, setelah itu ada pengumuman di lapangan sekolah. . Ternyata lulusan terbaik jatuh ke tangan Saqy. . wah hebat. . .
Setelah pengumuman mereka semua (anak kelas XII IPA 3) kumpul di ruang agama untuk melihat nilai mereka. Setelah itu Bu Nana masuk ke ruangan. Bu Nana pun memimpin rapat pada siang itu juga. Semua murid duduk tenang.
”Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat pagi anak-anakku!!”, kata Bu Nana.
”Wa’alaikumsalam Wr. Wb. Selamat pagi Bu Nana. . ”, jawab anak-anak.
”Bagaimana hasilnya anak-anak? Pasti bagus kan??”, kata Bu Nana sambil tersenyum.
”Alhamdulillah baik, Bu.”, jawab anak-anak.
”Oya, selamat buat Saqy yang telah berhasil menjadi lulusan terbaik pada tahun ini, langsung saja, bagaimana masalah perpisahan kelas kita? Tadi saya sudah izin kepada orang tua kalian semua, bahwa mereka menyetujui acara perpisahan kelas kita ke Jogja. Sekarang bagaimana jadi apa tidak??”, ujar Bu Nana.
”Jadi Bu. . .”, jawab anak-anak dengan penuh semangat.
Sementara itu, di belakang Iena dan Rana berbisik.
”Ra! Gimana nui kita?? Jadi ikut gak??” kata Iena.
”Aku kayagna gag ikud ug, Na.” jawab Rana.
”Gimana ya Ra cara ngejelasin ma temen-temen n Bu Nana kalau kita gag jadi ikud, kan gag enag nui Ra.” kata Iena.
”Iya juga ya, bener Na ap yang kamu bilang, apa gini aja Na, besuk kan kita masih kumpul lagi tho buat ngelunasin administrasi keberangkatan, nah waktu itu kita bilang ke Bu Nana lo kita gag bisa ikud, tapi temen–temen gag perlu tau, gimana Na, setuju gag?” ujar Rana.
”Ya udah Na, terserah kamu ja dech lo gitu.”, jawab Iena.
Bu Nana terus melanjutkan membahas masalah keberangkatan. ”Lantas bagaimana anak-anak dengan busnya??”, tanya Bu Nana.
”Begini saja Bu, saya mau mencarikan busnya, masalahnya saya punya kenalan Bu, siapa tahu nanti dapat harga murah. Hhhe :).”, kata Awan sambil tersenyum.
”Huuuuuuuu . . . . . amin.. amin. . . amin. . . hhhe :).”, jawab anak-anak satu kelas.
”Biarin, toh yang untung juga kita kan? Hhhe :).”, jawab Awan.
Bu Nana hanya tersenyum melihat tingkah laku putra putri didiknya.
”Jadi kita postif ke Jogja ya. . ”, kata Bu Nana.
”Iya Bu. . .”, jawab anak-anak.
”Untuk rapat lebih lanjut nanti saya beri kabar, tanggal 27 kita kumpul lagi ya, buat menyelesaikan administrasi, sama buat persiapan. Di basecamp kita saja ya. . .”, kata Bu Nana.
”Baik Bu, . . . ”, jawab anak-anak.
”Saya kira cukup sekian rapat pada siang hari ini, selamat siang, dan sampai jumpa tanggal 27 nanti ya. . . Wassalamu’alaikum Wr. Wb.”, kata Bu Nana.
”Selamat siang, Bu!! Wa’alaikumsalam Wr.Wb.”, kata anak-anak.
Bu Nana meninggalkan ruang kelas, karena ada urusan yang harus beliau selesaikan. Sementara itu anak-anak masih berada di kelas.
”Woay Ra! Jadi ikut gag nui?”, tanya Ifal.
”Wah maap Fal, aq gag tau, kyagna aq gag ikud ug. . .”, jawab Rana.
”Lho eo gag bisa getu tho Ra, harus sportif dump!!”, jawab Ifal.
”Lha kan gag ada kewajiban kita harus ikut tho?”, jawab Rana.
”Tapi kan tadi Bu Guru bilang lo orang tua murid setruju lo kita ke Jogja, mange kenapa Ra kamu gag ikud??”, kata Ifal.
”Lho kan kalo aku gag ikud juja gag papa tho Fal, mang ada masalah, kamu juga gag boleh getu dump Fal, tiba-tiba tanya langsung marah-marah gak jelas getu ma aq. .”, kata Rana.
”Ya udahlah terserah kamu mau ikud apa enggak, toh itu juga bukan urusan aku.”, kata Ifal.
”Ya udah,. . kenapa kamu harus marah2 gag jelas kayag getu, biasa aja kali.”, jawab Rana dengan nada agak tinggi.
Kemudian Sya’ad memanggil Rana.
”Hei, Ra!”, tegur Sya’ad sambil mengambil foto Rana dengan kamera hpnya.”
”Ada apa, Sya??”, jawab Rana sambil menoleh ke belakang sambil tersenyum.
”Gpp ug, Cuma isenk, thanks ea Ra. . .”, kata Sya’ad.
”:) hyapz, sama-sama. . ..”, jawab Rana.
Setelah itu mereka semua saling melihat nilai UN satu sama lain. Kemudian setelah itu mereka semua bergegas pulang. Selang beberapa hari tepatnya tanggal 25 malam Bu Nana sms Rana, . Waktu itu Rana sedang tiduran di kamar, tiba-tiba hpnya bunyi. . .
”Wah sms dari siapa ya, . . .”, kata Rana.
Tiba-tiba setelah dibuka ternyata sms dari Bu Nana. Rana kaget.
”Bu Nana?? Apa ya isi sms na”, kata Rana.
Anak-anak besuk tanggal 28 kita berangkat, tanggal 27 kita kumpul ya, bwd melunasi administrasi. . . tolong kawan-kawan kalian diberitahu ea. . makasi. .
”Waduh, gimana ni, aq malah jadi gag enag ma Bu Nana, bingung-bingung-bingung. . .”, kata Rana.
Tiba-tiba ada sms masug lage, ternyata dari Runrun.
Na, mbog kmu jja ikud ea, please. . . gag rame kan. . lo qt ad acra perpisahan lo qm gag ikud, , please. . tolong dipikir-pikir age ea, , ,
Rana membalas
5aph Run sblume, sbnere aq jja pengan ikud. . . tapi 5aph bgd Run aq bner2 gag bza. . jujur sekarng aq bingung bgd mw ikud apa gag. .ea kputusan q tugu tgl 27 aj ea mw ikud ap gag. . . 5aph ea Run dah bwd qm kcewa. :’(
Runrun mejawab sms Rana
ea udah Ra terserah qm aj. . tapi aq te2b kcewa ma qm Na. .
Sebenernya Rana juga gag enag ma Runrun, tapi apa boleh buat.
Keesokan harinya Iena dan Rana masih bingung dengan keputusan eang harus mereka ambil. Iya ap tidak. Hingga tibalah tanggal 27, yaitu hari ulang tahun Ifal. . ketua kelas XII IPA 3. Ya, Ifal tepat berusia 18 tahun. Ifal adalah sosok kawand eang baeg, pinter, rajin beribadah, gag ngebeda-bedain tmend, tapi kadang dy cuek orangnya. Hhhe :)
Tanggal 26 malam, tept jam 12 malem, Rana bela-belain bangun, mzki dy sakid tapi dy tak peduli demi sahabtna dy brusaha bwd bisa bangun n ngucapin med ultah I kali bwd Ifal. Karena bagi Rana, Ifal adlah seorang kakak dan sahabat eang baeg. . Rana kemudian menelfon Ifal, tag sengaja diprivate number. . . Apa yang terjadi??
”Hallo, assalamu’alaikum.”, kata Rana.
”Wa’alaikumsalam.”, jawab Ifal.
”Happy b’day Ifal. . Happy b’day Ifal. . .Fal, met Ultah ea. . maaph malem-malem dah ggu istirahat qm.”, kata Rana.
”Nui sapa ya?”, kata Ifal.
”Nui Rana. . ”, jawab Rana, kemudian ia langsung mematikan hpna.
Kemudian Rana memutuskan buad sms Ifal.
Fal med ultah ea. . 5aph lo q dh ggu wag2 istirahad qm. . mga tambah apa ja eang baeg2-baeg bwd qm, maksih bnyag Fal bwd smuana. .
Gag tau kenapa, Rana mengetik sms dia sambil meneteskan air mata.
Blum tidur Na? (kata Ifal)
Blumb. .thanks bwd smuana Fal, . .5aph dah ggu n ngrepotin hidup qm. . . .(kata Rana tambah semakin menangis)
Sms gag dibalez ma Ifal, Rana merasa sakid ati bgd, bahkan bwd ucapan trima kasih aj Ifal gag bilang. Itu eang membuat Rana kecewa. Sementara itu, di rumah Ifal. . Ifal belum tidur, ia masih melihat TV.
Kenapa ya Rana?? Ug, sms na aneh gene, gag kayag biasana tu anag, apa karena sikabq eang kemaren ea, , 5apin aq Na, aq gag bza mjd eang terbaeg bwd qm, aq juga bingung Na ma diri q sendiri, aq gag tau Na, 5apin aq ea. . .
Sang surya mulai tersenyum manis, akhirnya tiba tanggal 27, seperti biasa mereka semua berkumpul di tempat fotocopian, tempat dimana mereka sering berkumpul. Terlihat Runrun dan Chacha. .
”Cha, ug lama ea. . mana ea ug lumb pada datang. . ”, kata Runrun.
”Hu’umb kie tho Run ug lama banget ea.”, jawab Chacha.
”Mana ea Ifal, katana sruh on time, tapi ug gag dateng2 ea.. ”, jawab Runrun.
”Run, tu Iena.”, kata Chacha.
”Hoay, Na!! Sini cepetan!”, teriak Runrun.
”Hiya tunggu bentar. . (sambil berlari). Bentar-bentar tag istirahat, tag ambil nafas dulu ea. . capeg bgd nui, lari-larian. . hhe :)”, kata Iena.
”Gag papa Na, sante aja. . agean eang laen lumb pada datang ug, , , nyante aja ea. .”, kata Chacha.
”Bener tu Na, sante aja gag pelu lari2. hhe :). Bdw qmu jdi ikud apa gag nui?? Kamu ikud ea, , please, biar nanti Rana juja mau ikud. Kan gag rame, nui kan kebersamaan kita terakhir di skulah nui, gag seru lo gag komplit.”,bujuk Runrun pada Iena.
”Bener banget tu Na, ikud ea. . ”, pinta Chacha.
”Aq masi bingung ug Run, nugu Rana dulu aja ea. . “,kata Iena.
”Tu Rana,”kata Chacha.
”Panjang umur tu anag. Hhhe :).”, kata RunrĂșn.
“Hae temend-temend.”, kata Rana.
“Hae juja Na.”, kata Runrun, Iena, dan Chacha.
”Na, sinio tag bilangin, penting. . bentar ea tmend2.”, kata Iena.
”Bentar ea temend-temend.”, kata Rana.
”Iya, lama jua gpp ug. Hhhe :).”, kata Runrun.
”Bener tu lama juga gpp ug. . .hhhe :) gag denk Na Cuma becanda ug gag serius. . silahkan. .”, kata Chacha.
Iena dan Rana kemudia pergi meninggalkan Runrun dengan Chacha.
”Ada ap Na, masi soal yang kemaren kah??”, kata Rana.
”Hiya kie, gimana nui,. . aku masi bingung banged nui mpe sekarang. Kita harus berani bilang ke Bu Nana nanti ea. . ”, kata Iena.
”Iya, nanti kita coba bilang, tapi ntar lo gag ad tmend2 ja cz gag enag.”, kata Rana.
”Ya udahlah, aq ikud qmu aj. . Tapi ntar lo dimarahin gimana dump. . aku takut nui Na. . ”, kata Iena.
”Apapun yang terjadi nanti, kita harus tarima resikonya. Aku yakin Bu Nana pasti ngerti ug. .”, kata Rana mencoba mencairkan suasana padahal ia sendiri juga merasa bingung.
”Bener denk pa yang kamu bilang. . ”,kata Iena.
Rana hanya membalas dengan senyuman.
Tiba-tiba Ifal dateng, .
”Temen-temen, kita disuruh Bu Nana ke basecamp sekarang.”, kata Ifal.
”Oche bozz.”, jawab Wisan.
”Hoay kawand, tunggu aq dump. . .”, teriak Densa sambil berlari.
”Hiya, cepetan. .”,kata Wisan.
Kemudian Wisan dan Densa sama-sama berlari menuju ke Ifal.
Semua sudah komplit di dalam ruangan, meski ada beberapa eang gag dateng tapi acara tetep jalan ug. .
Sementara itu Iena dan Rana menghampiri Bu Nana, kemudian mereka menjelaskan kepada Bu Nana dengan alasan eang sejujur-jujurnya. Tapi, apa yang terjadi? Bu Nana malah marah-marah, Iena sama Rana jadi takut. Karena saat itu Rana benar-benar sakit. Rapat pun akhirnya dimulai, sementara itu Rana dan Iena merasa benar2 tidak enak dengan Bu Nana. Keputusan akhir, mereka semua sepakat untuk berangkat keesokan harinya.
Tanpa diduga, Bu Nana mendekati Rana.
”Rana, Iena, kamu jadi ikut ya nak, kan ini saat terakhir kita buat sama-sama ibu, ma temen2 qm. . ”, bujuk Bu Nana kepada Rana & Iena, dengan penuh kelembutan.
”Iya Na, kamu ikud ya. . pokoknya Rana ma Iena harus ikut, Rana jahad ma kita2. ayolah Na.”, bujuk Rida.
Rana dan Iena sejenak terdiam.
”Saya jadi ikut Bu, demi temen-temen semua dan demi Ibu.”, jawab Rana dan Iena dengan agak sedikit keragu-raguan.
”Makasi ya Nak. .”, kata Bu Nana sambil tersenyum.
”Iya Bu, sama-sama.”, jawab Rana.
”Nah getu dump, itulah Rana yang ku kenal.”, kata Rida.
Rapat pun akhirnya selesai, seperti biasanya Bu Nana selalu mengingatkan kepada murid2nya untuk menjaga kesehatan. Bagi mereka Bu Nana bukan hanya sebagai wali kelas yang baik, tetapi juga sosok ibu yang baik. Setelah itu mereka berkumpul di depan ruang kesenian. Seperti biasa mereka kumpul bareng dan crita-crita bareng. Tiba-tiba Radyn bilang.
”Temen-temen tau gag? Kemaren aq nangis, ug kebersamaan qt cped banged ea. . . Aq selalu inged saat kita sama-sama dulu. Dihukum ngecat bareng, menghias kelas sampe malem, susah-susah bareng. . Indah banged, rasanya cepet banged.”, kata Radyn.
”Eang bener Dyn.”, kata Uzi.
”Bener. . bener. . bener. . ”, sahut Putra.
”Iya, orang dy crita ndiri ma aq.”, kata Rana.
”Wah, bener kwand, kebersamaan kita tinggal beberapa waktu age. Ug ceped bgd ea wagtu, padahal rasanya baru kmren qt masug SMA. Nui malah tiba-tiba dah lulus.”, kata Uma.
”Ngomong-ngomong hari nui ada yang ulang tahun lho! Hhe :)”, kata Wisan.
”Eiya ya. . siapa ya eang ultah, , harusnya makan-makan nui. . hhhe :).”, kata Rida.
Ifal hanya diam saja. .
”Fal mana nui makan-makannya?? Hhhe. . ”, kata radyn sambil tersenyum.
”Wah aku age bokek nui Dyn, jadi maaph bgd ea. . ”, jawab Ifal sambil tersenyum .
Tiba-tiba Rana memanggil Uzi.
”Zi, mana flash qmu, tag pinjem bentar ea. . bentar aj, ntar aq kembali ke sini, bwd ngopi fotona temend2.”, kata Rana.
”Oia, nui Na. Hampir aja lupa. Ntar qm cmez aq ea. .”, kata Uzi.
”Oche, thankz ea. . Duluan ya temend2 sampe jumpa besuk.”, kata Rana.
”Iya Na, ati2 ya. .”, kata temen-temen kecuali Ifal yang hanya diem aja.
Rana langsung ke warnet, dia sebenere kecewa banget ma sikapnya Ifal yang aneh bgd, n brubah drastis. Jadi Rana hanya diem aja. Sementara Ifal juga bingung dengan sikapnya. Dari tadi pagi ketemu Rana, dia belum mengucapkan sepatah katapun sama Rana. Padahal Rana mengharap banget, paling gag Ifal bilang makasih atau paling gag dy ngajag ngobrol Rana, tapi kenyataannya harapan Rana pupus sudah. Dia kecewa banget ma sikap sahabatnya sekarang. Tapi dy teteb brusaha bwd sabar.
Selang beberapa menit, Uzi, Radyn, Ifal, Ratra, Putra, Gantra, Arta, Wisan, Syafrud, Oka, dan Laras menyusul Rana.
”Hay Na, udah selese apa belum nui?”, kata Wisan.
”Udah nui tinggal dikid ug.”, jawab Rana.
”Na, udah ngucapin med ultah ma Ifal belum. Sekalian jadian aja. Hhe :). Gag usah malu-malu.”, kata Radyn.
”Iya Na, kita dukung kalian berdua jadian ug, ya nggak temend2. . ”, sahut Uzi.
”Daripada sakit lho Na, udah jangan dipendem, mumpung masih bisa ketemu.”, kata Wisan.
”Apaan sih kalian, kan aq dah bilang berkali-kali lo aq ma Ifal Cuma temenan, gag lebih. . jangan getu dump. Aq jadi gag enag nui.”, kata Rana.
”Iya temen-temen, aq ma Rana gag ada apa2 Cuma temen gag lebih.”, sahut Ifal.
Kemudian mereka semua terdiam. Tiba-tiba Ratra duluan yang mulai.
”Met ultah ea Fal, moga tambah apa aja, n moga cepet jadian ma Rana.”, kata Putra sambil tersenyum.
”Met Ultah juga Ifal, tag tugu lho maem2e”, kata Oka.
Disusul temen-temen yang lain memberikan ucapan selamat ulang tahun.
Kemudian sampailah giliran Rana untuk memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Ifal.
”Ayo dump Na, sekarang giliran kamu buat ngasih ucapan selamat ulang tahun ke Ifal.”, kata Uzi.
”Iya nui, ciye-ciye. . senengnya hatiku. . ”, kata Radyn, Putra, Ratra, Gantra, Arta, Wisan, Syafrud, Oka, dan Laras sambil tersenyum.
Karena gak enak ma temen-temen akhirnya Rana memberi ucapan selamat ke Ifal, meski sebenernya ia malu banget n masi sakid ati ma sikabna Ifal. Tapi akhirnya dia mau memberi ucapan selamat.
”Met ultah ea Fal, pjg umur, jgn lupa maem2e. .”, kata Rana sambil berjabat tangan dengan Ifal.
”Thankz ea Na. . ”, kata Ifal agag sedikit kaku.
Ketika berjabat tangan tiba-tiba. . Putra usil. .
”Saksi-saksi, , ,,”, kata Putra.
”Sah. . sah. . sah. . ”, jawab Radyn, Ratra, Gantra, Arta, Wisan, Syafrud, Oka, dan Laras sambil tersenyum.
”Alhamdulillah. . ”, tambah Radyn, Ratra, Gantra, Arta, Wisan, Uzi.
Tiba-tiba mereka (Ifal dan Rana) melepaskan jabat tangan mereka.
”Putra, , !!!!!!”, kata Rana.
”Udah Fal, tembak ja langsung. . ”, kata Wisan.
”Ya ampun aq kan dah bilang lo aq gag ada papa ma Rana. Terserah kalian dech.”, kata Ifal.
”Temen-temen maap aq pulang duluan ea, sampe jumpa besuk, thankz ea Zy.”, kata Rana.
”Na, aq ikud, , duluan ea temen-temen ”, kata Oka.
”Ayo.”, jawab Rana.
”Iya, ati2 ea. . ”, kata , Ratra, Gantra, Arta, Wisan, Syafrud, Uzi, Putra, dan Laras.
Rana dan Oka bergegas untuk pulang.
Ifal masih di warnet bersama dengan Wisan, Radyn, Putra, Uzi bersama-sama pada makan-makan eang ntraktir Ifal. Maklum dia kan ulang tahun, slaen itu dy juga dapet kado istimewa di hari ulang tahunnya ini, ternyata dia berhasil masuk seleksi di universitas eang ia dambakan salama nui, alhamdulillah lagi dy dapet beasiswa.
Malam harinya, semua siswa kelas XII IPA 3 pada sibuk di rumah masing-masing buat mempersiapkan hari esok. Malem-malem Laras, Gantra, sama Wisan pada isenk kirim sms ke temend2 mereka.
Isi sms Laras
Bnr xt NIDJI jgn prnh lupxN Q jD tMnU,
bneR xt YOVIE jnJi sUcI yg trUcp bL xt sLng mNghrgai n
bnr j9 xT NINEBALL bHw sBuAh pRshBTn txXn mNjD abU hN9gA akhR wAktU.
Isi sms Gantra
Hi km yg sdng bca xmx,prtama q mo ngmong sory yw,soale q gnggu tdurmu,
k’2,q mo ngucpin met tdur,have nice a dream,
k’3,jka km bc xmx nn tpagi,q ucpkan met pagi, dan q brhrap qta bsa brsnang2,slamat smpai rma hlgi dng mmbwa pnglaman indah yg sulit qta lpakan,,^^
Isi sms Wisan
jk ssorg mmbrikn sbuah prhatian pdU,jgn pRnh bosan aplgi mngabaikn hal itu,coz swtu saat prhtian kcil it akn mjd hal yg U RINDU’kn ktk U tk brs5nya lg,
Mereka memang isenk, maklumlah secara 3 tahun dah ngejalanin hari bersama-sama. Tapi, kini mereka harus berpisah.
Sementara itu, Rana smsan ma Ifal, ya Cuma sms biasa ug, kadang Ifal aneh, dya kadang bersikap baeg banged ma Rana, tapi kadang cueknya minta ampun.
Rana : askumb. . . geg upz nui Fal?
Ifal : ni lgi maen komp. Qm geg apa Na???
Rana : nui aq age nata2 brang2 eang dpke bsug.
Ifal : ooo!?!!
Rana : jangan lupa bwa srung ea Fal, . .bwd sholat. .
Ifal : gag usah Na, kan aq pke celana pjg, jd gag pelu bwa sarung!!
Rana : o ya udh 5aph ea, aq kn c5 ngingetin, ea udh lo getu med mlemb
n med ap ae. . .
Ifal : hyapz. . .???!!
Keesokan harinya, hari yang paling ditunggu-tunggu sekaligus hari yang paling menyedihkan. . . jam 7 page dah pada kumpul di sekolahan. Terlihat Rana yang datang pertama kali di depan pintu gerbang sekolah. Kemudian Gantra datang, setelah itu disusul dengan teman-teman yang lain. Sya’ad, Tyas, Gantra, Via, Lia, Ratra, Syafrud, Iena, Vira, Rahdya, Fano, Asti, Chacha, Arta, Putra, Tina, Radyn, Uzi, Tyan, Wini, Puspa, Runrun, Chana, Tata, Ifal, Oka, Rida, Dana, Rilli, Septi, Laras, Nita, Wisan, dan Awan.
Bus pun akan segera tancap gas, tapi sayang waktu itu ada beberapa anag yang gag bisa ikut karena ada alasan tertentu dan ada alasan yang gag bisa ditinggalkan. Diantara mereka yang gak bisa ikut adalah Ansyah, Pras, Yusta, Nina, Utta, dan Fami. Sebenernya ada yang kurang, tapi tak apalah. . .
Akhirnya bus pun siap untuk melaju. Terlihat Bu Nana dan putranya. Dan mereka juga sangat senang karena Pak Adi, salah satu guru yang mereka sayangi juga ikut di dalam rombongan bus tersebut.
Ketika Pak Adi masuk tiba-tiba. . .
”Ye. . Pak Adi ikud, , , ”, teriak anak-anak kelas XII IPA 3.
Seperti biasa, Pak Adi pun tersenyum. Kemudian beliau berjalan dari depan sampai belakang, buat berbincang-bincng dengan murid-muridna.
”Hai, Ta, . . mau sekolah dimana ni? Selamat ya nilai matematika kamu dapat 10,. .” kata Pak Adi sambil tersenyum.
”Wah Pak Adi ni, kemaren aja dimarahin habis-habisan, sampe nagis lagi, gag tauna Cuma dikerjain. . .” kata Tata.
”Masih marah ni ceritanya. Hhhe :),” kata Pak Adi sambil tersenyum.
”Udah enggag ug Pak. Hhhe :).” jawab Tata agak sedikit malu.
”Selamat ea Na, bisa diterima di Universitas yang kamu inginkan.” kata Pak Adi kepada Iena.
”Sama-sama Pak.” jawab Iena.
”Anak-anak saya duduk di depan ya. . . “ kata Pak Adi.
“Iya Pak, Silahkan.” Jawab anak-anak.
Di tengah perjalanan mereka dapat kabar kalau ibunya Vina dirawat di Rumah Sakit, karena beliau sakit. Beliau dirawat di Rumah Sakit daerah Yogja juga. Awalnya mereka sangat sedih, kasihan Vina. Di perjalanan dia sms an dengan Wisan, Laras, Iena, dan Rana. Katanya dia mau nyusul, tapi langsung dari Yogya.
Sementara itu kasihan Radyn, cz Vina adalah ce na Radyn. Vina titip pesen ma Laras supaya dia n temen-temen buad Radyn gak sedih. Tapi, Radyn akhirna tau.
Di tengah perjalanan juga Awan mabog, dia mau muntah, sampe akhirnya dia disuruh Bu Nana dan Pak Adi untuk duduk di depan.
”Oalah to Wan-Wan, ckcckkckckck. . . duduk samping bapak saja ya Wan.” kata pak Adi.
”Iya, Pak.” jawab Awan.
Sementara itu kasihan Iena, karena Ansyah gak jadi ikut. Wah kasihan banget. Iena selalu jadi bulan-bulanan temen-temennya. Bus ramai banget, dengan canda tawa diantara mereka. Rasanya memang bener-bener tak mau pisah.
Tiba-tiba di tengah perjalanan juga, Rana ikut-ikutan sakit. Aduh-aduh. .
”Kamu kenapa Na, mendingan kamu duduk di depan aj ea. . Daripada ntar malah muntah di sini.” Kata Rida.
”Gak papa ug Ri, beneran.” kata Rana.
”Pak. . Pak Adi. . Rana .. . sakit ni Pak.” kata Runrun.
Kemudian Pak Adi datang bersama Bu Nana.
”Duduk depan aja Na,” kata Pak Adi.
”Saya tidak apa-apa Pak.” kata Rana.
”Udah ayo duduk depan aja. . .” kata Pak Adi dan Bu Nana.
Akhirnya Rana duduk depan di samping Awan. Pak Adi melihat Rana, tersenyum sambil menggelengkan kepala.
”Tadi pagi sudah sarapan apa belum??” tanya Bu Nana.
”Sudah, Bu.” Jawab Rana.
”Kepalanya pusing” kata Pak Adi.
”Iya Pak.” jawab Rana.
Kemudian dengan penuh kelembutan dan kasih sayang Bu Nana memijat tangan Rana. Dan Pak Adi memijat kepala Rana. Hingga ia akhirnya ia merasa agak mendingan. Kemudian ia istirahat.
Perjalanan pun terus berlanjut. Seperti biasa suasana ramai dan seru menghias sepanjang perjalanan. Tak terasa sampailah pada tujuan pertama yaitu Museum Dirgantara. Akhirnya mereka semua bersiap-siap untuk turun. Tempatnya bagus. Di sana tempatnya keren banged. . .bisa tahu banyak hal, khususnya tentang hal2 yang berbau tentang Angkatan Udara. . hhhe :)
Akhirnya Laras, Okka, dan Rana memutuskan untuk berjalan bersama. Seperti biasa pada main-main di sana. . . semua sibuk dengan kesibukan masing-masing. Ada yang sibuk berfoto-foto ria, ada yang sibuk jalan2, ada yang sibuk mencoba naik pesawat, dan melihat miniatur yang bagus banget.
Setelah lama jalan-jalan kemudian mereka beristirahat di sebuah tempat duduk dengan meja bundar yang berada di bawah pohon besar, sambil lihat pesawat eang mengudara. Terlihat Asti, Nita, Ifal, Awan, Rana, dan Gantra yang pada ngobrol bersama.
”Ti, minta minum na dump, haus banged nui!”, kata Awan.
”Ni, Wan. . ”, jawab Asti sambil menberikan botol minumannya ke Awan.
”Teman, fto bareng yuk. . .”., kata Nita.
”Ide bagus thu Ya. . ”, sahut Gantra.
”Tapi aq gag ikut fto ea. ., males . . . Lo aq minta fto Xan bleh kan?? Hhhe :),” kata Ifal.
”Ye, mauna. . . gak sportif tu namana. . . hhhe :)”, kata Nita.
”Gak papa dunk. . . hhha :),” kata Ifal sambil tersenyum.
”Satu. . Dua. . . Tiga. . . Senyum. . . ”, kata Asti.
”Gantian-gantian. . . ”, sahut Nita.
”Wah, Ifal curang. . ..”, kata Awan.
”Biarin . . . hhhe :).”, jawab Ifal sambil tersenyum. .
”Hapus gak. . .”, kata Rana.
”Gak akan tak hapus. . .hhha :).”, kata Ifal.
”Kita kembali ke bus yuk, temen-temen dah pada nuggu.”, kata Gatra.
”Ayuk. . .”, jawab Asti, Nita, Rana, Awan, dan Gantra.
Mereka semua akhirnya kembali ke bus, sebelum itu mereka puna inisiatif buad ngabarin Vina. Karena Vina mau nyusul. Akhirnya mereka ngabarin Vina, dan Vina kan nyusul jika dah sampe Pantai Depok.
Berhubung hari dah lumayan siang, akhirnya perjalanan pun dilanjutkan. . selama perjalanan ramai banget dengan canda tawa diantara mereka. Tetapi Rana sibuk mencarai tanda tangan di foto teman-temannya, sebagai kenangan terakhir saat mereka semua bisa bersama.
Urut dari
Sya’ad
Tyas
Gantra
Via
Lia
Ansyah
Ratra
Syafrud
Iena
Vira
Rahdya
Fano
Aji
Yogha
Asti
Chacha
Arta
Putra
Tina
Radyn
Vina
Uzi
Tyan
Wini
Lina
Puspa
Runrun
Chana
Tata
Ifal
Oka
Rida
Dana
Rilli
Utta
Septi
Ila
Laras
Nita
Wisan
Awan
Bu Nana
Pak Adi
Ket : eang warna biru gag ikud. . .
”Wah jadi artis nui aku, hhhe :)”, kata Sya’ad sambil tersenyum.
”Iya nui Ad, kita jadi artis, akhirnya tanda tanganku laku juga. . . hhha”, sahut Putra.
”Olah tho Na. . Na. . aneh2 aj. . . ”, kata Ratra.
”Ttd tag buad besar gak papa ya. . . ”, sahut Ifal.
”Nui tak kasih tanda tangan ku, mumpung gratis.”, kata Uzi.
”Buad apa Na??”. tanya Tyan.
”Nui, Na.”, kata Dana.
”Oalah Thalita. . Thalita. . kurang kerjaan aj. . ”, kata Awan.
”Ye, tanda tanganku akhirnya lauk juga. . . ”, kata Wini dengan begitu pede nya.
Itu tadi komentar dari nag2 XII IPA 3.
Tak terasa akhirnya sampai di Pantai Depok juga. Pemandangan di sepanjang perjalanan indah banget. Sebelum turun dari bus, Bu Nana mengingatkan mereka semua.
”Jangan mandi di pantai ya anak2ku semua, karena itu berbahaya, cukup bermain air saja, tapi di tepi aj ya. . .”, pesan Bu Nana.
”Hati-hati ya Nak,” tambah Pak Adi.
”Iya Bu, Iya Pak. . .”, jawab anak-anak kelas XII IPA 3.
Meskipun mereka semua sudah besar, tapi mereka semua tetab senang masih diberi perhatian dan kasih sayang dari Bapak/Ibu Guru, yang mungkin setelah perpisahan ini tidak akan pernah mereka dapatkan kembali, dari ayah dan ibu mereka selama mereka duduk di bangku sma.
Waktu sampai di pantai sudah hampir Dzuhur. Akhirnya mereka semua turun dari bus dan berjalan menuju pantai. Sambil berjalan mereka sambil bercanda tawa. Seru banget. Meski dari tempat parkir ke pantai jaraknya lumayan jauh, tapi itu semua tidak menyurutkan semangat mereka untuk segera sampai di Pantai. Mereka semua melewati pasar ikan yang sangat ramai sekali dan banyak sekali jenis ikan yang diperjual-belikan di tempat tersebut.
Awalnya mereka bingung dengan apa yang harus mereka lakukan. Awale semua diam. Tapi karen Iena punya buat bermain ombak, akhirnya mereka semua berinisiatif untuk bermain-main dengan ombak.
Kemudian berjalan ke kanan dan bergabung dengan teman-teman yang lainnya untuk bermain pasir bersama. Awanya yang membuat gunung dari pasir hanya Laras, Gantra, Syafrud, dan Arta. Tapi lama kelamaan yang ikut main pasir banyak banget. Hari itu rencananya mau ngerjain Ifal, tapi gak jadi karena rencana awal gagal.
Tapi untungnya ni, Radyn mulai jahil, dia melempari Ifal dengan pasir. Ifal pun membalas, akhirnya semua pada sepakat mengejar Ifal kemudian menangkap dia, rencana awal sebenarnya Ifal mau dikubur pakai pasir, tapi karena kasihan ya udah, yang cowok-cowok pada pegangin Ifal, yang cewek-cewek melempari Ifal dengan pasir. Seru banget.
Setelah itu, membuat gunung dari pasir pun dilanjutkan. Ifal menulis ”XII IPA 3, 2008/2009. . JAYA.” setelah itu mereka semua teriak bareng-bareng. Seru banget.
Kasihan Putra, waktu main ombak, e ternyata kaca mata nya ikut terbawa ombak. .
Tak terasa hari sudah semakin siang, kemudian mereka semua kembali ke bus, untuk ambil peralatan mandi dan perlatan buat sholat. Setelah selesai mandi dan sholat kemudian mereka semua kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan. Pada saat akan masuk bus, Rana bertemu dengan Ifal yamg sedang berjalan bersama Wisan.
”Ya ampun San, celana ku yang panjang malah basah kuyub, gara-gara anak-anak tadi. . . ”, kata Ifal.
”Hhhe :), ya maaph. . .”, jawab Wisan.
Tanpa sengaja Rana menyahut pembicaraan.
”Bener kan Fal, apa yang aku bilang tadi malem.”, sahut Rana.
”Hhe. . .”, jawab Ifal agak sedikit gimana gitu.
”Lha truz kamu tadi sholatnya gimana.”, tanya Rana.
”Pinjem sarungnya Gilang ug, untungnya dia bawa sarung. .”, jawab Ifal.
”Makanya dengerin saran dari kawan sendiri. Hhhe :)”, sahut Wisan.
”Iya deh, lain kali ku kan dengerin saran temen, kan aku juga gak tahu lo akhire kayak gini. Ya maaf.”, kata Ifal.
Akhinya setelah semua selesai makan perjalanan pun dilanjutkan, ke Malioboro. Saatnya belanja. Semua pada pecah sendiri-sendiri, saatnya menguji bakat menawar. . . hhhe :).
Iena, Puspa, Asti, Rana, dan Nita berjalan bersama untuk mencari oleh-oleh untuk keluarga mereka. Awalnya bingung mau beli tapi setelah lihat-lihat akhirnya mereka dapat oleh-oleh.
Tiba-tiba Rana merasa bingung karena dia terpisah dari Asti, Nita, Puspa, dan Iena. Dia merasa bingung ditinggal sendirian. Padahal rame banget. . Sementara itu, Asti, Nita, Iena, dan Puspa sibug mencari Rana.
”Ke mana tu anak. . bikin deg-degan aja.”, kata Nita.
”Nyante aja, nanti juga ketemu, kan dia udah gede.”, kata Iena.
”Ya udah, moga ntar kita bisa ketemu ma dia lagi.”, sahut Puspa.
”Amin. . .”, kata Asti.
Sementara itu, Rana juga bingung.
”Wah, pada ke mana ya. . . Aduh gimana nih?”, kata Rana.
Tiba-tiba waktu lagi bingung-bingungnya. Di jalan dia ketemu sama Gantra dan Ifal.
”Hey, Na! Cari siapa kamu, ug sendirian aja?”, tanya Gantra.
”Cari Iena, Puspa, Nita, dan Asti. Tadi aku terpisah ma mereka. Gimana nui?”, kata Rana.
”Ya udah kamu ikut kita aja ya.”, kata Gantra.
”Bener ni gak papa?”, kata Rana.
”Udahlah Na, nyante aja, kamu ni kayak ma siapa aja.”, kata Gantra.
”Oalah to Na, Na, dari dulu gak berubah. Ada ada aja kamu ni.”, sahut Ifal.
”Makasi banyak ya, ya maaf kan aku tadi gak tau.”, kawab Rana.
Akhirnya mereka jalan bertiga. Tiba-tiba Gantra dan Ifal ngajak beli baju buat kenang-kenangan.
”Na, beli baju bentar ya. . ”, kata Gantra.
”Iya. .”, kata Rana.
Waktu lagi beli baju, tiba-tiba ada orang yang lumayan serem. Rana takut, kemudian dia bilang ke Gantra.
”Tra, gimana nui, aku takut ma tu orang.”, kata Rana.
”Udah tenang aja, kan ada aku ma Ifal.”, kata Gantra sambil tersenyum.
”Udah Na, sante aja.”, kata Ifal.
”Ni bagus gag Fal?”, kata Gantra.
”Lumayan, kamu itu aku ini ya.”, kata Ifal.
”Ya udah, berapa mas?”, kata Gantra.
”Jadi semua totalnya 50.000 dik.”, kata mas penjual kaos itu.
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan. Selang beberapa menit kemudian mereka bertemu dengan Pak Adi, Iena, dan Puspa.
”Ya ampun, Na, Na, akhirnya ketemu juga.”, kata Puspa.
”Ciye-ciye, ma Ifal lagi. . . Wah, wah, wah ada ap ni? Jangan. . Jangan. . hmmmmm”, goda Iena.
”Apaan sih, biasa aja kog Na.”, kata Rana.
”Gak kok Na kita kan Cuma temen.”, sahut Ifal.
”Lebih juga gag papa kog, ya nggak Pak?”, kata Iena.
”Bener Na, Bapak juga setuju kog.”, jawab Pak adi sambil tersenyum.
”hahahahaha. . .”, semua pada tertawa.
”Yes, sukses.”, kata Iena.
Perjalanan pun terus dilanjutkan, karena dah mau Magrib.
Akhirnya semua kembali ke bus. Macetnya bukan main. Sebelum ke bus mereka semua pada sholat terlebih dahulu. Kemudian mereka kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan.
Akhirnya sampai di bus, itu pertanda saat mereka berpisah semakin dekat, sampai di bus, mereka semua sibuk dengan berbagai macam kegiatan. Wisan sibuk berteriak-teriak. .
”Temen-temen kalau nanti ganti nomer jangan lupa kasih kabar ea . . biar komunikasi diantara kita gak putus. . oke . . oke. . .”, kata Wisan.
”Pasti-pasti San, . kamu juga lho San, lo ganti nomer harus kasi kabar juga. . ”, kata Tata.
”Oke. . . Oke. . . pasti ug. . .”, kata nag2 kelas tersebut.
Sementara Ifal dan Laras sibuk mengambil gambar temen-temen mereka. Dan merekam canda tawa diantara mereka semua. Seru memang . . rasanya tak ingin berpisah. . .
Akhirnya buspun mulai berjalan, dan tujuan terakhir adalah membeli oleh-oleh di pusat oleh-oleh khas Jogja. Semua berkeliling untuk membeli oleh-oleh khas Jogja. Ada yang sibuk beli ini dan beli itu ada juga yang sibug makan gara-gara dah kelaperan. Hhhe :)
Akhirnya selesai berkeliling, mereka semua kembali ke bus untuk menuju kota tercinta kembali. Di dalam bus merek semua berbagi canda tawa, mungkin inilah hari terakhir mereka di smp buat sama-sama, tapi ya inilah hidup, di mana ada pertemuan pasti di situ ada perpisahan.
Yang pertama kali turun terlebih dahulu adalah Ifal,
”Dada Ifal. . . jangan lupa ma aq ea. . . .”, kata Wini.
”Don’t forget me ea. . .”, tambah Rahdya.
”Dada Ifal. . . . ”, kata temen-teman yang ada di bus.
”Dada juga temen-temen. . . jangan lupa kasih kabar ya. . . ”, kata Ifal.
Bu Nana hanya tersenyum melihat putra putrinya yang sebenarnya mereka semua gak mau pisah.
”Mari Bu,” kata Ifal sambil bersalaman dengan Bu Nana.
”Iya nak, hati-hati ya. . ”, jawab Bu Nana sambil tersenyum.
Akhirnya Ifal pun turun tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Rana. Sebenarnya Rana sedih banget, tapi ya sudahlah, dah gak ada lagi gunanya. Bus pun kembali berjalan, tinggal menghitung menit perpisahan itu kan tarjadi. Kemudian dilanjutkan yang turun kedua yaitu Sya’ad dan Dana turun.
”Dada temen-temen, aku pasti kangen ma kalian semua. . . jangan lupain aku ya. . .”, kata Dana.
”Miss you all kawand. . . jangan lupa sms ea. . ”, kata Sya’ad.
”Mari Bu,” kata Dana dan Sya’ad sambil bersalaman dengan Bu Nana yang duduk paling depan.


0 komentar:
Posting Komentar